
Nama : Jusuf Kalla
Agama : Islam
Istri : Ny Mufidah Kalla
Anak : 1 Muchlisah Jusuf
2. Muswirah Jusuf
3. Imelda Jusuf
4. Solichin Jusuf
5. Chaerani Jusuf
Pendidikan : S1 Universitas Hasanudin 1967
MBA European Institute of Business Adm Prancis,1977
Karir : 1968 - 2001 Dirut NV Hadji Kalla
1988 - 2001 Komisaris PT Bukaka Teknik Utama
1999 - 2001 Menteri Perindustrian Perdagangan
2001 - 2004 Menko Kesra
2004 - 2009 Wakil Presiden RI
Alamat : Jl. Mangun Sarkoro No 1, Jakarta Pusat
Semasa menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin hingga menjadi sarjana, Jusuf Kalla sempat menjabat Ketua Umum HMI dan KAMI Ujung Pandang. Inilah awal dari karirnya beroganisasi. Kalla menyelesaikan studinya di Universitas Hasanuddin pada 1967. Lelaki kelahiran Watampone (Makassar) 15 Mei 1942 ini kemudian melanjutkan studinya di The European Institute of Business Administration, Prancis (1977).
Kalla terlahir dari keluarga pedagang. Ayahnya Haji Kalla dan ibunya Athirah adalah pengusaha tekstil di Kota Bone. Dari sini Kalla Group bermula. Kalla kemudian menjabat Direktur Utama NV Hadji Kalla dan PT Bumi Karsa (1968 - 2001), Komisaris Utama PT Bukaka Teknik Utama (1988 - 2001), Komisaris Utama PT Bukaka Singtel International (1995 - 2001).
Hingga akhirnya pada 1999 pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Kalla dilantik sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Ketika tampuk kekuasaan beralih ke Megawati, Kalla dipercaya sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Agustus 2001 - April 2004)
Pada Desember 2004 Jusuf Kalla menjabat sebagai ketua umum Partai Golkar, menggantikan Akbar Tandjung sampai saat ini. Di tahun itu pula ia maju bersama SBY dan memenangkan Pemilihan Presiden. Kini setelah bercerai dengan SBY, ia kembali bekerjasama dengan kalangan militer, Wiranto.
dan wakilnya adalah

Nama : Wiranto
Tempat Tanggal Lahir : Solo, 4 April 1947
Agama : Islam
Istri : Ny Uga Wiranto
Anak : 1. Amalia Sianti
2. Ika Mayasari
3. Zainal Rizky
Pendidikan : AMN Magelang tahun 1968
UT, Administrasi Negara tahun 1995
PTIH Militer tahun 1996
Karir : 1994 - 1996 Pangdam Jaya
1996 - 1997 Panglima Kostrad
1997 - 1998 KSAD
1998 - 1999 Panglima ABRI
1998 - 1999 Menhankam
1999 - 2000 Menko Polkam
2006 - sekarang Ketum Partai Hanura
Alamat : Jl Pinang Ranti 2, Pondok Gede, Jakarta Timur
Pemilu 2009 adalah kali kedua Wiranto membidik kursi RI-1. Pada pemilu sebelumnya, tahun 2004, ia juga mencalonkan diri menjadi presiden setelah memenangkan konvensi Partai Golkar. Sayang, niatnya terjegal di putaran pilpres I karena tak cukup mendapat dukungan.
Masuk ke pilpres berikutnya, Wiranto agaknya sadar penyelenggaraan Konvensi ala Partai Golkar boleh jadi tak datang 2 kali. Karenanya, ia pun membidani berdirinya partai baru sebagai kendaraan politiknya nanti di Pilpres 2009. Partai itu bernama Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang berdiri 21 Desember 2006.
Wiranto sadar, bagaimanapun ia memiliki bekal popularitas. Nah, popularitas itu tak begitu saja datang dari langit. Karir militer Wiranto dibangun dari dasar sebagai lulusan Akmil. namanya baru menarik perhatian publik kala ditunjuk sebagai ajudan Presiden Soeharto di tahun 1987. Biasanya pos ini diisi perwira ber-masa depan cerah.
Benar saja, setelah menapaki jejak Pangdam Jaya, Pangkostrad dan KSAD, Wiranto dilantik menjadi Panglima ABRI pada tahun 1998. Pada masa inilah terjadi turbulensi politik dalam negeri. Dengan kedudukannya sebagai Pangab, Wiranto menjadi salah satu aktor utama era baru Indonesia menyusul runtuhnya kekuasaan Soeharto yang dibangun 32 tahun.
Dalam peran yang sangat krusial tersebut, Wiranto bersaksi dia mendapat surat amanat dari Soeharto untuk melakukan tindakan apapun untuk mengamankan negara. Jika ia mau, ia bisa saja menjadikan surat tersebut bak Supersemar yang memangkasi kekuasaan Soekarno, sebagaimana yang dilakukan Soeharto dahulu. Namun Wiranto mengaku memilih tak melakukannya.
Klimaks turbulensi itu, setelah dilakukan pemilihan umum, pada tahun 1999, Wiranto ditunjuk presiden terpilih KH Abdurrahman Wahid sebagai Menko Polkam. Cuma satu tahun Wiranto duduk pada pos tersebut, berikutnya ia mengundurkan diri setelah muncul isu ketidakcocokan dengan presiden.
Berikutnya, aktivitas Wiranto lebih banyak diarahkan ke bidang kemasyarakatan sampai kemudian namanya muncul kembali di tahun 2004 sebagai pemenang Konvensi Partai Golkar untuk capres.
Info :
* Pasangan ini mendapatkan nomor urut 3 dalam Capres n Cawapres mendatangTotal Suara
* Koalisi: 20.84%
* Total Kursi di DPR: 22.32%
* Partai Pendukung: Golkar, Hanura, PKNU, Barnas, PDK
sumber : www.detik.com




