
Sumber Gambar : Google Search Engine
Tanggal 9 April 2009 adalah event yang di tunggu-tunggu seluruh masyarakat Indonesia, karena pada tanggal tersebut akan di adakan sebuah event yang melibatkan semua rakyat Indonesia, yang dimana event ini disebut Pemilu. Pemilu di Indonesia terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pada tanggal 9 April 2009 adalah tahap untuk memilih 560 anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), 132 anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), serta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD Provinsi maupun DPRD Kapupaten/Kota) se Indonesia periode 2009-2014. Tahap kedua adalah tahap pemilihan Presiden pada bulan Juli nanti.
Mereka yang mencalonkan diri untuk mengikuti pemilu tahap pertama ini biasanya disebut dengan caleg ( calon legislative ). Para caleg tersebut adalah wakil dari partai politik yang akan bersaing dalam pemilu legislatif, masing – masing partai politik memiliki wakilnya sendiri – sendiri dan biasanya mereka memiliki nomor urut dan dipilih sesuai dengan Dapil ( Daerah Pemilihan ).
Cara berkampanye para caleg-caleg ini juga sangat beragam, ada yang menggunakan media cetak seperti poster,banner,spanduk. Media-media ini bisa dengan mudah dijumpai di pinggir-pinggir jalan, tidak hanya di Jakarta namun juga di kota-kota lainnya di Indonesia. Mereka biasanya menunjukan foto mereka, nomor urut, dan nama partai dan visi misi mereka untuk bangsa Indonesia.
Tentu banyak orang bertanya-tanya mengapa banyak masyarakat kita sekarang ini yang menginginkan untuk menjadi caleg, dalam blog ini saya akan mejabarkan mengapa banyak orang ingin menjadi caleg
Pemilu 2009 adalah pemilu terbanyak yang melibatkan caleg atau calon legislatif, sebenarnya berapa sih gaji dari anggota DPR?
Penerimaan anggota DPR terbagi menjadi tiga kategori, yaitu rutin perbulan, rutin non perbulan dan sesekali.
Rutin perbulan meliputi :
Gaji pokok : Rp 15.510.000
Tunjangan listrik : Rp 5. 496.000
Tunjangan Aspirasi : Rp 7.200.000
Tunjangan kehormatan : Rp 3.150.000
Tunjangan Komunikasi : Rp 12.000.000
Tunjangan Pengawasan : Rp 2.100.000
Total : Rp 46.100.000/bulan
Total Pertahun : Rp 554.000.000
Masing-masing anggota DPR mendapatkan gaji yang sama. Sedangkan penerimaan nonbulanan atau nonrutin. Dimulai dari penerimaan gaji ke-13 setiap bulan Juni.
Gaji ke-13 :Rp 16.400.000
Dana penyerapan ( reses) :Rp 31.500.000
Dalam satu tahun sidang ada empat kali reses jika di total selama pertahun totalnya sekitar Rp 118.000.000. Sementara penghasilan yang bersifat sewaktu-waktu yaitu:
Dana intensif pembahasan rencangan undang-undang dan honor melalui uji kelayakan dan kepatutan sebesar Rp 5.000.000/kegiatan
Dana kebijakan intensif legislative sebesar Rp 1.000.000/RUU
Jika dihitung jumlah keseluruhan yang diterima anggota DPR dalam setahun mencapai hampir 1 milyar rupiah. Data tahun 2006 jumlah pertahun dana yang diterima anggota DPR mencapai Rp 761.000.000, dan tahun 2007 mencapai Rp 787.100.000. Woww.. pantas jika mereka mengejar kursi DPR, belum lagi dana pensiunan yang mereka dapatkan ketika tidak lagi menjabat
Sumber Data : http://www.kabarinews.com/article/Berita_Indonesia/Jakarta/Jakarta_Berapa_Sih_Gaji_Anggota_DPR/32766
Mungkin dengan membaca blog ini saudara-saudara bisa mengetahui mengapa banyak orang berlomba-lomba menjadi caleg, dan dengan pemikiran rasional kita juga bisa meyimpulkan mengapa banyak yang ingin menjadi Presiden pula..
Karena kebijakan yang diterima oleh anggota legislatif sudah sebesar ini, mengapa kinerja mereka tidak sepadan dengan gaji dan kebijakan yang mereka dapat??
Apakah Mereka Di Gaji dan mendapatkan kebijakan untuk melakukan hal seperti di bawah ini ?
Sumber Gambar : Google Search Engine





ohh jadi begitu yah...pantesan banyak banget orang-orang yg mao jadi caleg..ternyata penghasilannya bisa sampai 1m per tahun...weleh2...
BalasHapusnice info nih..thx 4 sharing
thx buat commentnya dari dodo...iyah qta sebagai umat awam memang buta dengan kebijakan-kebijakan seperti ini,tp jika mao browsing kita bisa tau kok tentang kebijakan ini ^^
BalasHapusDengan gaji yang begitu besar tentu bisa menarik minat semua orang.
BalasHapusTapi jangan dilupakan berapa banyak pengorbanan UTANG2 para CALEG tersebut untuk mendanai Kampanye mereka.
Dan tentunya UTANG2 itu akan dikembalikan kembali kepada masyarakat umum karena masyarakatlah yang membayar gaji mereka.
Tentunya tidak sedikit para CALEG tersebut menempuh berbagai cara untuk mengembalikan aset2 mereka yg telah dikeluarkan untuk mendanai kampanye mereka.
Kita sebagai masyarakat yang taat membayar pajak haruslah bijak ketika memilih calon2 siapa saja yang berkomitmen dan berkompeten untuk duduk dikursi Legislatif tersebut, jangan hanya terbuai oleh duid kampanye yg hanya sebesar 10ribu-50ribu lantas dikemudian hari justru menambah penderitaan PENGELUARAN NEGARA untuk menggaji para CALEG yang tidak ada fungsinya.
sekian terima kasih.
hahahaha...
BalasHapusmuu presiden na syapa tuwh gag masalah yg jelaz jgn sampe kampanye ma praktek langsung na beda.
nah bgtyu jga dengan caleg. paz kampanye ajah penampilan na sederhana truz dermawan ma swa orng. bgtyu uda menank ajah blagu. pake boil mewah. lupa ma rakyat.
giliran kalah ajah stres truz langsung bunuh ndiri.
apa kata duniaaa...?? capres ma caleg d indo keg gnii smwa.
hahaahzha
@gocier_tob : saya sangat setuju dengan statement anda yang mengatakan "jangan hanya terbuai oleh duid kampanye yg hanya sebesar 10ribu-50ribu lantas dikemudian hari justru menambah penderitaan PENGELUARAN NEGARA untuk menggaji para CALEG yang tidak ada fungsinya."
BalasHapusmenurut saya visi misi mereka menjadi caleg sudah sangat berlawanan dengan yang seharusnya, yaitu mengabdi untuk bangsa dan negara Indonesia.
Tujuan orang mendaftar menjadi caleg skrg mayoritas adalah untuk mencari jabatan yang dimana jabatan itu mereka percayai adalah sebagai "pohon uang", jadi menurut saya hal-hal seperti inilah yang membuat moral bangsa ini menjadi sangat rendah, sehingga kemungkinan besar mereka akan korupsi untuk mengembalikan dana awal mereka untuk menjadi caleg.thx commentnya
@white_angel : janji2 yang di umbar oleh para calon caleg maupun presiden memang banyak yang tidak terealisasikan dengan baik
thx buat commentnya